Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stress. Hal-hal yang terjadi di sekolah atau kehidupan sosialnya kadang-kadang dapat menciptakan tekanan yang luar biasa untuk anak-anak. Anda tidak dapat melindungi anak-anak Anda dari stress, tentu saja, karena hidup adalah proses. Yang bisa Anda lakukan, adalah membantu mereka mengembangkan cara-cara sehat untuk mengatasi stress dan memecahkan masalah-masalah sehari-hari.

D’Arcy Lyness PhD, psikolog dari Kids Health Amerika Serikat, menyatakan anak kerap susah memulai percakapan tentang apa yang mengganggu mereka. Bahkan, berdasar penelitian yang dilakukannya, anak-anak kerap tidak ingin orangtua mereka tahu masalah mereka dan mengulurkan tangan dan membantu mengatasi masalah mereka.

Berikut adalah beberapa ide Lyness mengenai apa yang bisa dilakukan orang tua bila “membaca” stress mulai hinggap pada anak mereka:

Penuh Perhatian. Katakan kepada anak Anda ketika Anda melihat bahwa ada sesuatu yang mengganggu dia. Awali dengan kalimat “pancingan” yang membuat sang anak bercerita. Misalnya, “Sepertinya kau masih marah tentang apa yang terjadi di taman bermain?” Hindari pertanyaan yang terdengar seperti tuduhan, semisal, “Kau marah ya, dengan apa yang terjadi tadi?” Berempatilah dan tunjukkan Anda peduli dan ingin mengerti.

Dengarkan anak Anda. Mintalah anak Anda memberi tahu Anda apa yang salah. Dengarkan dengan penuh perhatian dan tenang. Menghindari dorongan untuk menghakimi, menyalahkan, kuliah, atau mengatakan apa yang Anda pikirkan anak Anda harus dilakukan sebagai gantinya. Cobalah untuk mendapatkan seluruh cerita dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti “Dan kemudian apa yang terjadi?” Luangkan waktu Anda. Dan biarkan anak Anda mengambil waktunya juga untuk bercerita pada Anda.

Tunjukkan empati dengan komentar singkat. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan, “Itu pasti sangat menjengkelkan,” “Tak heran kamu merasa marah ketika mereka melarangmu bergabung dalam permainan,” atau “Itu pasti tampak tidak adil bagimu.” Melakukan hal ini menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang anak Anda rasakan dan dia merasa didukung pada saat hatinya galau.

Bantu anak mengidentifikasi perasaannya. Banyak anak-anak belum memiliki kata-kata untuk perasaan mereka. Jika anak Anda tampaknya marah atau frustrasi, gunakan kata-kata untuk membantu dia atau dia belajar untuk mengidentifikasi nama emosi itu. Menempatkan perasaan dalam kata-kata membantu anak-anak berkomunikasi dan mengembangkan kesadaran emosional – kemampuan untuk mengenali keadaan emosional mereka sendiri. Kemudian, bantu anak Anda memikirkan hal-hal yang harus dilakukan. Dorong anak Anda untuk memikirkan beberapa ide untuk keluar dari rasa beratnya.

Batasi stress jika memungkinkan. Jika situasi tertentu yang menyebabkan stress, melihat apakah ada cara untuk mengubah keadaan. Misalnya, jika dia merasa terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dari sekolahnya, Anda bisa membantu dengan mengajarkan anak untuk tidak melakukannya dalam satu waktu. Ajak anak untuk mencari suasana beda, misalnya belajar di taman, atau mengerjakannya dengan ditemani teh manis atau kudapan kreasi Anda.

Bersabar. Sebagai orang tua, sakit rasanya melihat anak Anda tidak bahagia atau tertekan. Tapi cobalah untuk menahan keinginan untuk memperbaiki setiap masalah. Sebaliknya, fokus pada membantu anak Anda, perlahan tapi pasti, jadilah bagian dari solusi dengan menunjukkan empati, menaruh perasaan dalam kata-kata, tenang ketika dibutuhkan, dan membukakan jalan bagi anak bangkit kembali untuk mencoba lagi.

Orangtua tidak dapat menyelesaikan setiap masalah anak-anak dalam perjalanannya mengarungi samudera kehidupan. Tapi dengan mengajarkan strategi mengatasinya, Anda telah mempersiapkan anak-anak Anda untuk mengelola tekanan yang datang di masa depan.

Sumber Berita:
kidshealth