Jika kita mendengar kata ini, pastilah yang langsung terbsit dalam pikiran kita masing-masing adalah hari yang menyenangkan, sejenak melupakan masalah-masalah kita karena pada hari itu kita menjadi orang yang paling berbahagia.

Sudah merupakan suatu tradisi bila di hari ini kita mengadakan pesta dengan nama syukuran. Padahal di dalamnya kita justru berbuat banyak kemaksiatan. Mungkin juga enggak ngadain pesta tapi… traktir temen-temen kita makan super banyak.

Kasus lain membuktikan bahwa banyak dari para remaja yang merasa menjadi orang yang paling menderita lantaran tidak seorangpun yang ingat hari ulang tahunnya.

Sebenarnya makna apa saja yang terkandung dalam ulang tahun itu sendiri??
Bertambahnya pengalaman hidup pastinya udah pada tau khan kalau namanya ulang tahun itu umur kita bertambah dan udah pasti dong seiring bertambahnya umur kita harus siap menghadapi lika-liku kehidupan. Untuk itu kita harus mempersiapkan jiwa yang kokoh dalam menerima cobaan dan ujian untuk menguji keimanan kita. Jadi enggak hanya umur kita aja yang bertambah tapi juga iman kita. Amiin.

Setahap menuju kematian pada saat itu berartijatah umur kita berkurang, karena jatah umur kita sudah diatur oleh Allah untuk hidup di dunia ini. Dengan kata lain seiring bertambahnyawaktu, semakin dekat dengan kematian, dengan kubur, dengan hari perhitungan (yaumul hisab), semakin dekat dengan akhirat (tujuan hidup kita dimana kita akan hidup abadi di dalamnya). Sudah siapkah kita menghadapi semua itu?? Terus gimana nih kita nyikapin yang namanya hari ulang tahun?? Sebaiknya jiga gak perlu berhura-hura ada baiknya kita:

  • merenungi apa yang terjadi beberapa tahun silam.Padasaat ibu kita tengah berjuang antara hidup dengan mati dan ayah menunggu denagn was-was dan ketika pertama kali kita melihat dunia. Dengan mengingat ini,alangkah baiknya kan jika kita mengungkapakan rasa terimakasih kita untuk orang tua (terutama ibu) yang telah memberikan kasih saying dan perlindungan hingga kita mapu berfikir mandiri pad saat ini.
  • Mengingat apa yang kita lakukan di tahun sebelumnya. Dengan begitu kita menjadi tahu apa saja yang sudah kita lakukan pada tahun di mana kita lebih muda. Kita berinstropeksi sehingga kita tidak menjadi orang yang bodoh dengan mengulang kesalahan yang sama.
  • Bersyukur
  • Menargetkan apa yang akan kita lakukan tahun ini. Mudah-mudahan target utama kita sama yakni menjadi hamba Allah yang baik.

“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyanyang itu adalah prang-orang yang berjalan di atas bumi dengan penuh kerendahan hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang berkata: Wahai Rabb kami, jauhkanlah adzab jahanam dari kami sesungguhnya adzabnya itu adalah kebibnasaan yang kekal”(Q.S. Al Furqan : 63-68)