Tragedi Hari Sabtu

Desember 5, 2009
Camilia Fitratunnisa Mumtaz

Sulung...

Pada pukul 11.00 WWIB, hanphone gue berbunyi, padahal pada waktu yang bersamaan, gue lagi ada pertemuan sama BIG BOSS “RING SATU” dan pada saat itu yang ada dibenak cuma ada dua alternatif telepon diangkat atau tidak. Akhirnya dengan pertimbangan yang cukup berat tuh telepon gue terima. Dan ternyata pilihan gue memang tepat, bahwa gue mendapat kabar bahwa si Emil anak sulung mengalami kejadian ditabrak mobil pastinya tangannya kelindes ban mobil……
Bisa dibayangkan, yang ada dibenak gue “Wah…. pasti tuh tangan patah…!!!”

Tanpa pikir panjang akhirnya pulang….. (naek motor sedikit ugal-ugalan, maklum mantan sembalap)

Sampai di rumah, si Emil lagi meraung-raung – nanggis sejadi-jadinya…..
Tanpa ba-bi-bu langsung lompat dari motor, tapi herannya tuh motor kok gak jatoh…. ternyata, standar motor lupa dinaiikin……

Sedih juga sih ngeliat anak yang lagi kesakitan, apalagi tangan kanannya pula yang luka….. Setelah melalui perdebatan yang cukup ALOT, akhirnya si Emil mau menceritakan kronologis kejadiaanya.
Emil : “Aku lagi main POLISI-POLISIAN yang dalam ceritannya dia menjadi seorang POLWAN yang lagi beradegan mengejar-ngejar MALING….”
Terus gue tanya lagi, “KOK POLWAN naggis…”
Emil : “Gimana gak nanggis…. sedih tau, karena malingnya gak ketangkep…… Haaaaaa, ternyata naggis karena malingnya gak ketangkep tooh….

Tetapi si Ibu yang membawa mobil akhirnya datang ke rumah untuk membawa si Emil ke RS untuk menjalani pemeriksaan RONTGEN….

Gue di rumah, jadi BABYSITTER, nungguin si BONTOT yang lagi tidur….

Harap-harap cemas nunggu kabar hasil RONTGEN dari Rumah Sakit….
Setelah beberapa waktu, mereka pulang ke rumah…. dan… Alhamdulillah, ternyata hasil RONTGEN menandakan tidak ada kejanggalan-kejanggalan dari luka si Emil…. tapi cuma PATAH…..

PATAH SEMANGAT….
Si Emil Patah Semangat menjadi seorang polisi karena kegagalannya menangkap si maling…… Terus dia bilang gak mau jadi polisi lagi, tapi jadi seorang PERAWAT…..

Ini adalah sebuah cerita pengalaman pribadi, yang mungkin saja akan menimpa para pembaca yang budiman-budigirl…. tapi Insya Allah tidak mengalami.

Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 05 Desember 2009….


Belajar dan belajar….

Desember 1, 2009

Kejarlah ilmu sampai ke negeri China….

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.


MEMAKNAI MILAD

November 22, 2009

Jika kita mendengar kata ini, pastilah yang langsung terbsit dalam pikiran kita masing-masing adalah hari yang menyenangkan, sejenak melupakan masalah-masalah kita karena pada hari itu kita menjadi orang yang paling berbahagia.

Sudah merupakan suatu tradisi bila di hari ini kita mengadakan pesta dengan nama syukuran. Padahal di dalamnya kita justru berbuat banyak kemaksiatan. Mungkin juga enggak ngadain pesta tapi… traktir temen-temen kita makan super banyak.

Kasus lain membuktikan bahwa banyak dari para remaja yang merasa menjadi orang yang paling menderita lantaran tidak seorangpun yang ingat hari ulang tahunnya.

Sebenarnya makna apa saja yang terkandung dalam ulang tahun itu sendiri??
Bertambahnya pengalaman hidup pastinya udah pada tau khan kalau namanya ulang tahun itu umur kita bertambah dan udah pasti dong seiring bertambahnya umur kita harus siap menghadapi lika-liku kehidupan. Untuk itu kita harus mempersiapkan jiwa yang kokoh dalam menerima cobaan dan ujian untuk menguji keimanan kita. Jadi enggak hanya umur kita aja yang bertambah tapi juga iman kita. Amiin.

Setahap menuju kematian pada saat itu berartijatah umur kita berkurang, karena jatah umur kita sudah diatur oleh Allah untuk hidup di dunia ini. Dengan kata lain seiring bertambahnyawaktu, semakin dekat dengan kematian, dengan kubur, dengan hari perhitungan (yaumul hisab), semakin dekat dengan akhirat (tujuan hidup kita dimana kita akan hidup abadi di dalamnya). Sudah siapkah kita menghadapi semua itu?? Terus gimana nih kita nyikapin yang namanya hari ulang tahun?? Sebaiknya jiga gak perlu berhura-hura ada baiknya kita:

  • merenungi apa yang terjadi beberapa tahun silam.Padasaat ibu kita tengah berjuang antara hidup dengan mati dan ayah menunggu denagn was-was dan ketika pertama kali kita melihat dunia. Dengan mengingat ini,alangkah baiknya kan jika kita mengungkapakan rasa terimakasih kita untuk orang tua (terutama ibu) yang telah memberikan kasih saying dan perlindungan hingga kita mapu berfikir mandiri pad saat ini.
  • Mengingat apa yang kita lakukan di tahun sebelumnya. Dengan begitu kita menjadi tahu apa saja yang sudah kita lakukan pada tahun di mana kita lebih muda. Kita berinstropeksi sehingga kita tidak menjadi orang yang bodoh dengan mengulang kesalahan yang sama.
  • Bersyukur
  • Menargetkan apa yang akan kita lakukan tahun ini. Mudah-mudahan target utama kita sama yakni menjadi hamba Allah yang baik.

“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyanyang itu adalah prang-orang yang berjalan di atas bumi dengan penuh kerendahan hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang berkata: Wahai Rabb kami, jauhkanlah adzab jahanam dari kami sesungguhnya adzabnya itu adalah kebibnasaan yang kekal”(Q.S. Al Furqan : 63-68)